Rabu, 27 Mei 2020

Bunga Matahari dan Sri Rejeki

Laporan Praktikum Tumbuhan Dikotil (Bunga Matahari) dan Tumbuhan Monokotil (Sri Rejeki)

Bunga Matahari (Helianthus annuus L)

Nama spesiesHelianthus annuus L.
Nama lokal : Bunga Matahari, kembang srangenge (Jawa), sungeng (Bali), kembang sringenge (Sasak), bungga ledomata (Roti), bungong matahuroi (Sumatra). 
Deskripsi      :
Bunga matahari adalah tanaman herba yang hidupnya hanya berumur pendek dan tidak sampai setahun (<1 tahun) atau annual dengan tinggi rata-rata sekitar 100 cm - 300 cm (Wijayakusuma,2000), dan lebar  atau diameternya sekitar 10-15 cm bergantung pada jenis varietasnya (Monikasari dkk.,2017). Bunga matahari memiliki akar serabut dan rambut-rambut akar serta dengan kedalaman hingga 300 cm (Monikasari dkk.,2017). Batang termasuk bersifat tebal serta kuat (Monikasari dkk.,2017), dan batangnya juga termasuk batang basah (herbaceus) yang dilapisi dengan kulit yang kasap dan berbulu (Wijayakusuma,2000). Daun bunga matahari ialah tunggal dan lebar serta memiliki bentuk menyerupai jantung, daun juga berbulu seperti batang (Wijayakusuma,2000). Bunga matahari berwarna menarik dan mencolok yaitu kuning terang (bagian kelopaknya) dengan kelopak yang mengarah ke arah atas (matahari), terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe bunga pita dan bunga tabung. Bunga pita adala bunga di area tepi cawan berbentuk pita, dan bunga tabung yakni bunga-bunga yang fertil (stamen dan pistil) untuk menghasilkan buah ((Khotimah,2007) dalam Monikasari dkk., 2017). Didukung oleh Wijayakusuma (2000) yang menyatakan bahwa bunga matahari memiliki bunga dengan ukuran yang cukup besar dan bentuknya seperti cawan disertai mahkota bentuk pita di sepanjang tepi cawan dan ditengahnya ada bunga kecil-kecil bentuk seperti tabung. Proses pembuahan pistil (bunga betina) oleh stamen (bunga jantan) dihasilkan dari polinator lebah madu yang dimanfaatkan oleh penyerbukan bunga matahari serta itu dapat menghasilkan biji yang berkualitas (Cholid,2014 dalam Disertasi Monikasari dkk.,2017). Menurut Monikasari dkk tahun 2017 biji dari bunga matahari dapat dilakukan pemanenan ialah ketika berusia 125 hingga 130 hari.
Gambar 1. Daun Bunga Matahari
Gambar 2. Batang Bunga Matahari
Gambar 3. Bagian Bunga 

Gambar 1, 2, dan 3 diambil dari Jurnal karya Herwati dkk (2011).

Habitat dan Distribusi:
Habitat dari bunga matahari ini adalah pada tempat yang beriklim atau daerah yang tropis dan juga subtropis hingga mampu hidup pada ketinggian sampai 1.500 mdpl diatas permukaan laut (Monikasari dkk.,2017). Tumbuhan bunga matahari ini terdistribusi luas dari tempat asal yaitu Amerika dan menyebar ke seluruh dunia terutama Spanyol, Kansas, dan Ukraina (Lanslor dkk., 1959).

Peran:
Bagian bunga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri saat menstruasi (dismenorrhea), rematik, gastritis atau nyeri lambung, sakit gigi, telinga berdengung, tekanan darah tinggi (hipertensi), kemudian bagian biji untuk menambah nafsu maan (stomakik), lesu meningkatkan stamina, disentri mengandung darah,sakit kepala. Bagian akar dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk infeksi saluran kemih, kencing batu, hernia, dan bagian daun untuk malaria (Wijayakusuma,2000).

Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi      : Magnoliopyta
Kelas       : Magnoliopsida
Ordo        : Asterales
Famili      :Asteraceae
Genus      : Helianthus
Spesies    : Helianthus annuus L.
Klasifikasi tersebut ialah menurut Benson 1957 dalam Disertasi Monikasari dkk., (2017).

Sri Rejeki (Aglaonema commutatum Schott)

Nama spesies : Aglaonema commutatum Schott.
Nama lokal    : Sri Rejeki
Deskripsi       : 
Sri Rejeki adalah salah satu tanaman herba yang dapat bertahan hidup lebih dari dua tahun (perennial) dan umumnya dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena eksotik dan keindahannya. Tingginya sekitar 60 cm (Ratnasari,2008). Tanaman aglaonema atau sri rejeki ini memiliki akar serabut yang digunakan untuk mencari pangan di dalam media penanaman dan biasa dijuluki wild root atau akar liar yang disebabkan seluruh akarnya bertumbuh dari pangkal batang (Subono&Andoko,2004). Batangnya basah karena mengandung banyak air (herbaceus) serta lunak dengan ukuran pendek dan warnanya hijau, putih, dan dapat juga merah muda dan termasuk jenis roset, berbuku-buku dan tidak mengandung kayu sehingga tidak jarang dikira kalangan masyarakat tumbuhan ini tak berbatang(Purwanto,2006). Daun sri rejeki jenis ini adalah bertipe lonjong serta ujungnya meruncing berwarna hijau dan bercorak putih, luas permukaan daunnya lebih besar jika disandingkan dengan tangkainya yang memiliki pelepah dan saling terkait untuk tutupi batang tanaman (Subono&Andoko,2004). Bunga sri rejeki ialah berbentuk tangkai yang panjang, mirip dengan tongkol jagung berwarna putih kekuningan, dengan serbuk sari bertempat di bagian puncak atau atas , dan pistil atau organ betina di bagian bawah yang berdekatan dengan pangkal, peristiwa diawali dengan terbungkusnya bunga oleh seludang hijau pucat yang ketika bunga belum masak, seludang tersebut dalam keadaan tertutup dan akan terbuka saat bunga betina masak, lalu selang dua hari disusul bunga jantan masak (Subono&Andoko,2004). Oleh karena itu (tidak bersamaan bunga jantan dan betina masak), maka disebut penyerbukan silang yang bermakna bunga jantan dari tumbuhan lain meyerbuki bunga betina dari suatu tanaman yang berbeda (Subono&Andoko,2004). Buah sri rejeki berbentuk lonjong menyerupai melinjo yang pada awalnya berwarna hijau dan lambat laun menjadi warna putih, kuning, dan saat masak warna merah. Hal tersebut membutuhkan waktu sekitar empat bulan dari belum masak hingga masak(Subono&Andoko,2004). Biji tanaman ini memiliki warna cokelat ketika masak dan yang akan berkembang kembali (Subono&Andoko,2004).
Gambar 4. Akar Sri Rejeki
Gambar 5. Batang Sri Rejeki
Gambar 6. Daun Sri Rejeki
Gambar 7. Bunga Sri Rejeki
Gambar 8. Buah Sri Rejeki


Gambar 4, 5, 6, dan 7 oleh Buku Purwanto tahun 2006. 
Gambar 8 oleh Buku Subono&Andoko tahun 2004.

Habitat dan Distribusi:
Sri rejeki dapat bertahan hidup dengan nyaman pada habitat aslinya yaitu lantai hutan yang cukup basah dan disekitarnya terdapat pohon-pohon besar yang melindunginya, sedangkan saat ini telah banyak ditanam di halaman rumah oleh para pecinta tanaman hias (Trubus,2009). Aglaonema berkembang dengan baik di Asia Tenggara terutama Indonesia, Thailand, dan Filipina, selain itu juga ada di Eropa, China, dan Amerika Serikat (Subono&Andoko,2004). 

Peran:
Tanaman Sri Rezeki dipercaya masyarakat Indonesia, Thailand, dan Filipina dapat membawa keberuntungan bagi siapa saja yang memeliharanya, selain itu Sri rejeki juga mampu dalam penanganan pencemaran udara, dan juga baik untuk mengurangi polusi di dalam rumah (Kadir,2010).

Klasifikasi:
Menurut Purwanto (2006),
Kingdom: Plantae
Divisi     : Angiospermae
Kelas     : Monocotyledoneae
Ordo      : Araceales
Famili    : Araceae
Genus    : Aglaonema
Spesies  : Aglaonema commutatum Schott.

REFERENSI

Herwati A., R.D.Purwati&T.D.A.Anggraeni.2011.Penampilan Karakter Kualitatif pada Plasma Nutfah Tanaman Bunga Matahari.Prosiding Seminar Nasional Inovasi Perkebunan.24-45.

Kadir,A.2010.Serial Galeri Eksotik: Aglaonema.Lily Publisher.Yogyakarta.

Lanslor,T.,M.Eskelner&M.Bakers.1959.Sejarah Pertanian.Cambridge Stanford Books.

Monikasari,I.N.,S.Anwar&B.A.Kristanto.2017.Keragaman M1 Tanaman Hias Bunga Matahari (Helianthus annuus L) Akibat Penyinaran Iradiasi Sinar Gamma. Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro.Semarang.Disertasi.

Purwanto,A.W.2006.Aglaonema, Pesona Kecantikan Sang Ratu Daun.Kanisius.Yogyakarta.

Ratnasari,J.2008.Panduan Praktis Mengenal Keunikan, 767 Jenis, Galeri Tanaman Hias Daun.  Penebar Swadaya.Jakarta


Terima Kasih, Semoga dapat bermanfaat ya💗
Correct Me If I'm Wrong 🙏
-SALAM-

Identitas Penulis:
Nenis Try Melani Putri
Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Brawijaya

Bunga Matahari dan Sri Rejeki

Laporan Praktikum Tumbuhan Dikotil (Bunga Matahari) dan Tumbuhan Monokotil (Sri Rejeki) Bunga Matahari ( Helianthus annuus  L) Nam...