Laporan Praktikum Tumbuhan Dikotil (Bunga
Matahari) dan Tumbuhan Monokotil (Sri Rejeki)
Bunga Matahari (Helianthus
annuus L)
Nama spesies: Helianthus
annuus L.
Nama lokal : Bunga
Matahari, kembang srangenge (Jawa), sungeng (Bali), kembang sringenge (Sasak), bungga ledomata (Roti), bungong
matahuroi (Sumatra).
Deskripsi :
Bunga matahari adalah tanaman herba yang hidupnya
hanya berumur pendek dan tidak sampai setahun (<1 tahun) atau annual dengan
tinggi rata-rata sekitar 100 cm - 300 cm (Wijayakusuma,2000), dan lebar
atau diameternya sekitar 10-15 cm bergantung pada jenis varietasnya (Monikasari
dkk.,2017). Bunga matahari memiliki akar serabut dan rambut-rambut akar serta
dengan kedalaman hingga 300 cm (Monikasari dkk.,2017). Batang termasuk bersifat
tebal serta kuat (Monikasari dkk.,2017), dan batangnya juga termasuk
batang basah (herbaceus) yang dilapisi dengan kulit yang kasap dan berbulu
(Wijayakusuma,2000). Daun bunga matahari ialah tunggal dan lebar serta memiliki
bentuk menyerupai jantung, daun juga berbulu seperti batang
(Wijayakusuma,2000). Bunga matahari berwarna menarik dan mencolok yaitu kuning
terang (bagian kelopaknya) dengan kelopak yang mengarah ke arah atas
(matahari), terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe bunga pita dan bunga tabung.
Bunga pita adala bunga di area tepi cawan berbentuk pita, dan bunga tabung
yakni bunga-bunga yang fertil (stamen dan pistil) untuk menghasilkan buah
((Khotimah,2007) dalam Monikasari dkk., 2017). Didukung oleh Wijayakusuma
(2000) yang menyatakan bahwa bunga matahari memiliki bunga dengan ukuran yang
cukup besar dan bentuknya seperti cawan disertai mahkota bentuk pita di
sepanjang tepi cawan dan ditengahnya ada bunga kecil-kecil bentuk seperti
tabung. Proses pembuahan pistil (bunga betina) oleh stamen (bunga jantan)
dihasilkan dari polinator lebah madu yang dimanfaatkan oleh penyerbukan bunga
matahari serta itu dapat menghasilkan biji yang berkualitas (Cholid,2014 dalam
Disertasi Monikasari dkk.,2017). Menurut Monikasari dkk tahun 2017 biji dari
bunga matahari dapat dilakukan pemanenan ialah ketika berusia 125 hingga 130
hari.
![]() |
| Gambar 1. Daun Bunga Matahari |
![]() |
| Gambar 2. Batang Bunga Matahari |
![]() |
| Gambar 3. Bagian Bunga |
Gambar 1, 2, dan 3 diambil dari Jurnal karya Herwati dkk (2011).
Habitat dan Distribusi:
Habitat dari bunga matahari ini adalah pada tempat yang beriklim atau
daerah yang tropis dan juga subtropis hingga mampu hidup pada ketinggian sampai
1.500 mdpl diatas permukaan laut (Monikasari dkk.,2017). Tumbuhan bunga
matahari ini terdistribusi luas dari tempat asal yaitu Amerika dan menyebar ke
seluruh dunia terutama Spanyol, Kansas, dan Ukraina (Lanslor dkk., 1959).
Peran:
Bagian bunga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri saat menstruasi
(dismenorrhea), rematik, gastritis atau nyeri lambung, sakit gigi, telinga
berdengung, tekanan darah tinggi (hipertensi), kemudian bagian biji untuk
menambah nafsu maan (stomakik), lesu meningkatkan stamina, disentri mengandung
darah,sakit kepala. Bagian akar dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk infeksi
saluran kemih, kencing batu, hernia, dan bagian daun untuk malaria
(Wijayakusuma,2000).
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliopyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili :Asteraceae
Genus : Helianthus
Spesies : Helianthus annuus L.
Klasifikasi tersebut ialah menurut Benson 1957 dalam Disertasi Monikasari
dkk., (2017).
Sri Rejeki (Aglaonema commutatum Schott)
Nama spesies : Aglaonema commutatum Schott.
Nama lokal : Sri Rejeki
Deskripsi :
Sri
Rejeki adalah salah satu tanaman herba yang dapat bertahan hidup lebih dari dua
tahun (perennial) dan umumnya dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena eksotik
dan keindahannya. Tingginya sekitar 60 cm (Ratnasari,2008). Tanaman aglaonema
atau sri rejeki ini memiliki akar serabut yang digunakan untuk mencari pangan
di dalam media penanaman dan biasa dijuluki wild root atau
akar liar yang disebabkan seluruh akarnya bertumbuh dari pangkal batang
(Subono&Andoko,2004). Batangnya basah karena mengandung banyak air
(herbaceus) serta lunak dengan ukuran pendek dan warnanya hijau, putih, dan
dapat juga merah muda dan termasuk jenis roset, berbuku-buku dan tidak
mengandung kayu sehingga tidak jarang dikira kalangan masyarakat tumbuhan
ini tak berbatang(Purwanto,2006). Daun sri rejeki jenis ini adalah bertipe
lonjong serta ujungnya meruncing berwarna hijau dan bercorak putih, luas
permukaan daunnya lebih besar jika disandingkan dengan tangkainya yang memiliki
pelepah dan saling terkait untuk tutupi batang tanaman
(Subono&Andoko,2004). Bunga sri rejeki ialah berbentuk tangkai yang
panjang, mirip dengan tongkol jagung berwarna putih kekuningan, dengan serbuk
sari bertempat di bagian puncak atau atas , dan pistil atau organ betina di
bagian bawah yang berdekatan dengan pangkal, peristiwa diawali dengan
terbungkusnya bunga oleh seludang hijau pucat yang ketika bunga belum masak,
seludang tersebut dalam keadaan tertutup dan akan terbuka saat bunga betina
masak, lalu selang dua hari disusul bunga jantan masak (Subono&Andoko,2004).
Oleh karena itu (tidak bersamaan bunga jantan dan betina masak), maka disebut
penyerbukan silang yang bermakna bunga jantan dari tumbuhan lain meyerbuki
bunga betina dari suatu tanaman yang berbeda (Subono&Andoko,2004). Buah sri
rejeki berbentuk lonjong menyerupai melinjo yang pada awalnya berwarna hijau
dan lambat laun menjadi warna putih, kuning, dan saat masak warna merah. Hal
tersebut membutuhkan waktu sekitar empat bulan dari belum masak hingga
masak(Subono&Andoko,2004). Biji tanaman ini memiliki warna cokelat ketika
masak dan yang akan berkembang kembali (Subono&Andoko,2004).
![]() |
| Gambar 4. Akar Sri Rejeki |
![]() |
| Gambar 5. Batang Sri Rejeki |
![]() |
| Gambar 6. Daun Sri Rejeki |
![]() |
| Gambar 7. Bunga Sri Rejeki |
![]() |
| Gambar 8. Buah Sri Rejeki |
Gambar 4, 5, 6, dan 7 oleh Buku Purwanto tahun 2006.
Gambar 8 oleh Buku Subono&Andoko tahun 2004.
Habitat dan Distribusi:
Sri rejeki dapat bertahan hidup dengan nyaman pada habitat aslinya yaitu
lantai hutan yang cukup basah dan disekitarnya terdapat pohon-pohon besar yang
melindunginya, sedangkan saat ini telah banyak ditanam di halaman rumah oleh
para pecinta tanaman hias (Trubus,2009). Aglaonema berkembang dengan baik di
Asia Tenggara terutama Indonesia, Thailand, dan Filipina, selain itu juga ada
di Eropa, China, dan Amerika Serikat (Subono&Andoko,2004).
Peran:
Tanaman Sri Rezeki dipercaya masyarakat Indonesia, Thailand, dan Filipina
dapat membawa keberuntungan bagi siapa saja yang memeliharanya, selain itu Sri
rejeki juga mampu dalam penanganan pencemaran udara, dan juga baik untuk
mengurangi polusi di dalam rumah (Kadir,2010).
Klasifikasi:
Menurut Purwanto (2006),
Kingdom: Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Araceales
Famili : Araceae
Genus : Aglaonema
Spesies : Aglaonema commutatum Schott.
REFERENSI
Herwati A., R.D.Purwati&T.D.A.Anggraeni.2011.Penampilan Karakter
Kualitatif pada Plasma Nutfah Tanaman Bunga Matahari.Prosiding Seminar
Nasional Inovasi Perkebunan.24-45.
Kadir,A.2010.Serial Galeri Eksotik: Aglaonema.Lily
Publisher.Yogyakarta.
Lanslor,T.,M.Eskelner&M.Bakers.1959.Sejarah
Pertanian.Cambridge Stanford Books.
Monikasari,I.N.,S.Anwar&B.A.Kristanto.2017.Keragaman M1 Tanaman Hias
Bunga Matahari (Helianthus annuus L) Akibat Penyinaran Iradiasi
Sinar Gamma. Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro.Semarang.Disertasi.
Purwanto,A.W.2006.Aglaonema, Pesona Kecantikan Sang
Ratu Daun.Kanisius.Yogyakarta.
Ratnasari,J.2008.Panduan Praktis Mengenal Keunikan, 767
Jenis, Galeri Tanaman Hias Daun. Penebar Swadaya.Jakarta
Terima Kasih, Semoga dapat bermanfaat ya💗
Correct Me If I'm Wrong 🙏
-SALAM-
Identitas Penulis:
Nenis Try Melani Putri
Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Brawijaya








Tidak ada komentar:
Posting Komentar